0

SURAT PENGUNDURAN DIRI SECARA HORMAT (SPDSH)

Pendekar MSRS Rabu, 01 Mei 2013 , , , ,

Assalamu’alaikum W.R. W.B.
Kepada Yth.
Kakak Arik Anshari Sanusi
Manager Paduan Suara Mahasiswa Universitas Hasanuddin
di Makassar
Dengan hormat,
Melalui surat ini, saya Muhammad Sahlan Ramadhan Solichin selaku pengurus dalam posisi Divisi Kaderisasi di Pengurus Paduan Suara Mahasiswa Universitas Hasanuddin Periode 2013 mengajukan permohonan pengunduran diri dari posisi saya.
terhitung tanggal : Rabu, 1 Mei 2013
Saya ucapkan terimakasih atas kesempatan diberikan tanggungjawab yang besar yang pernah diberikan oleh pengurus Padua Suara Mahasiswa Universitas Hasanuddin kepada saya, saya sangat senang sekaligus bangga karena pernah mendapatkan pengalaman berorganisasi dan berkompetisi apalagi tingkat Internasional di China-Guangzhou bersama Paduan Suara Mahasiswa Universitas Hasanuddin.  Tentunya saya selalu berharap agar Paduan Suara Mahasiswa Universitas Hasanuddin dapat lebih maju ke depannya.
Adapun alasan saya melakukan pengunduran diri, adalah karena disebabkan;
·         Perbedaan Visi dan Misi.
·         Konflik dengan Dewan Pertimbangan/Penasehat Organisi (DPO) *mohon maaf dengan hormat.
·         Berkarakter dan berkepribadian terbalik dengan organisasi.
·         Dan terakhir sudah tidak ingin terlibat kesalahan dalam berpikir dan berperasaan (korban jiwa) dalam UKM tersebut.
·         Dan masih banyak alasan lagi yang tidak bisa saya sebutkan satu-satu.
Sehingga saya menyimpulkan, karena hal tersebut dapat menganggu kinerja saya di UKM. Maka saya mengundurkan diri atas alasan tersebut.
Demikian surat pengunduran diri yang saya buat demikian adanya, mohon maaf dan terima kasih untuk semuanya dan selama ini.
Wa’alaikum Salam W.R. W.B.

Hormat Saya,


       Yang Mengundurkan Diri                                   Ketua Umum Paduan Suara Mahasiswa
                                                                                                 Universitas Hasanuddin



(Muhammad Sahlan Ramadhan Solichin)                                                   (Burhanuddin)

Mengetahui
Manager Paduan Suara Mahasiswa (PSM)
Universitas Hasanuddin



(Anshari Sanusi)

 

Sahlan "Another of Me..."
1

ADA YANG TAU KEGANJILANNYA DIMANA ???

Malam itu aku lapar banget. yah,tapi kok makanan pada habis semua ya. mana di rumah sendiri nih, orang tua pada pergi ke tempat eyang. kalo dah mepet kayak gini, paling enak tentu saja adalah, jengjeng....Mie Instan! 
0

Pengantar Ilmu cocok-mencocok "Cocologi"

Defenisi
 
Cocologi adalah sebuah ilmu yang biasa digunakan oleh para skeptis, ateis, dan agnostik dalam menanggapi sebuah ungkapan atau perkataan, atau sebuah dalil yang bersifat mencocok-cocokan suatu fenomena (kejadian) yang sedang atau sudah berlangsung dengan pendapat, nubuat, teori, ayat-ayat kitab suci dan berbagai hal lainnya yang berhubungan dengan spiritualisme dan agama (kepercayaan dan keyakinan).

0

Blog 5 - Mewujudkan Pendidikan Karakter (Pendekar) Yang Berkualitas

Pendekar MSRS Kamis, 25 April 2013 , ,

Dalam tataran teori,  Pendidikan Karakter (Pendekar) sangat menjanjikan bagi menjawab persoalan pendidikan di Indonesia. Namun dalam tataran praktik, seringkali terjadi bias dalam penerapannya. Tetapi sebagai sebuah upaya,  Pendidikan Karakter (Pendekar) haruslah sebuah program yang terukur pencapaiannya. Bicara mengenai pengukuran artinya harus ada alat ukurnya, kalo alat ukur pendidikan matematika jelas, kasih soal ujian jika nilainya diatas strandard kelulusan artinya dia bisa. Nah, bagaimana dengan  Pendidikan Karakter (Pendekar)?
0

Blog 4 - Wajah Sistem Pendidikan di Indonesia


Kita sebagai orang tua seringkali mengikutkan anak kita berbagai macam les tambahan di luar sekolah seperti les matematika, les bahasa inggris, les fisika dan lain-lain. Saya yakin hal ini kita dilakukan untuk mendukung anak agar tidak tertinggal atau menjadi yang unggul di sekolah. Bahkan, terkadang ide awal mengikuti les tersebut tidak datang dari si anak, namun datang dari kita sebagai orang tua. Benar tidak?
Memang, saat ini kita menganggap tidak cukup jika anak kita hanya belajar di sekolah saja, sehingga kita mengikutkan anak kita bermacam-macam les. Kita ingin anak kita pintar berhitung, kita ingin anak kita mahir berbahasa inggris, kita juga ingin anak kita jago fisika dan lain sebagainya. Dengan begitu, anak memiliki kemampuan kognitif yang baik.
0

Blog 3 - Kurikulum Pendidikan Karakter (Pendekar)


Apa Itu Karakter?
Dennis Coon dalam bukunya Introduction to Psychology : Exploration and Aplication mendefinisikan karakter sebagai suatu penilaian subyektif terhadap kepribadian seseorang yang berkaitan dengan atribut kepribadian yang dapat atau tidak dapat diterima oleh masyarakat. Karakter adalah jawaban mutlak untuk menciptakan kehidupan yang lebih baik didalam masyarakat.

0

Blog 2 - Belajar dengan E-Book (Buku Elektronik)


E-Book (Buku Elektronik) atau electronic book (atau juga digital book) adalah evolusi dari buku cetak yang biasa kita baca sehari-hari. Dibandingkan dengan pendahulunya, E-Book (Buku Elektronik) menawarkan berbagai macam manfaat yang memudahkan kita menimba ilmu dan menambah wawasan. E-Book (Buku Elektronik) adalah buku elektronik yang bisa disimpan dengan mudah di perangkat elektronik kita. Kapasitas memori sebesar 1 GB sekalipun bisa memuat ratusan E-Book (Buku Elektronik). Jika kita punya ratusan buku cetak, sudah pasti kita butuh rak buku yang cukup besar untuk menyimpannya.
E-Book (Buku Elektronik) kini sudah semakin mudah didapat dan diakses. Apalagi untuk keperluan pendidikan. E-Book (Buku Elektronik) adalah buku yang dipublikasikan dalam format digital berisi tulisan, gambar, yang dapat dibaca memalui perangkat komputer atau perangkat digital lainnya.
E-Book (Buku Elektronik) ini biasanya merupakan salah satu format alternatif dari buku cetak. Ada banyak kelebihan E-Book (Buku Elektronik) yang tidak dimiliki buku cetak. Buku elektronik adalah bagian dari gaya hidup modern yang didukung perangkat elektronik. Di Amerika Serikat, kehadiran E-Book (Buku Elektronik) semakin menggeser buku cetak.